Akhirnya setelah terpending cukup lama, akhirnya bisa menulis tentang proses lamaran teman saya Ollie. Kenapa bisa terpending lama?
karena bingung mau nulis apa. Speachless..
Saya bahagia banget gitu loh. :)
Bukannya apa-apa. Ini ollie gitu loh, yang saya tahu banget yang selama saya berteman dengan dia, MENIKAH adalah impiannya sudah sejak laaaaaaammmmmaaaaaaaaa....... dan proses lamaran ini merupakan salah satu titik awal menuju satu yang sangat dinantikan.
Sehingga ketika ada line dari dia 'Allhamdullilah setelah tujuh tahun .....'
dan reaksi pertama saya 'WHATTTT??? udah tujuh tahun?? kemana aja gue?' xixixixixiixixixxi
Kembali lagi ke proses lamaran. Pestanya (kalau bisa dibilang pesta) sederhana saja. Hanya keluarga dekat yang hadir, dan saya merasa sangat terhormat sekali bisa menjadi bagian salah satu momen yang sangat dinantikan ini. Cause believe me, i also waiting for this moment for soooo loooonnggg ....(lamaran aja saya sudah begini, gimana perasaan saya pas ntar nikahnya yah :) )
Karena ini seperti proses perkenalan antar kedua keluarga besar,acaranya berlangsung dengan penuh keakraban dan kekeluargaan. Ada satu hal yang mungkin jadi masukan dan pelajaran buat yang lain, sebelum acara hendaknya tahu susunan acara. Karena si Ollie manyun ketika dipingit di kamar. Karena menurut susunan acara Ollie
boleh keluar setelah ada proses 'meminta' dari pihak Anang si calon pengantin pria. :)
Dan turn out menjadi salah satu proses yang sangat indah (mudah-mudahan Ollie masih ingat...yah iyalah...). Karena dalam proses ini Om Dawam, perwakilan dari pihak keluarga bertanya kepada Ollie dengan suara bergetar (aduuh saya lupa lagi kata-katanya *eel memukul kepala).
Tapi intinya ada kata-kata Om Dawam yang sangat kena sehingga Om dan Tante (mama papanya Ollie) berkaca -kaca.
Inti acara sepertinya disitu karena setelah itu acara udah lebih santai dan dilanjutkan dengan acara makan siang bersama. Singkat, padat, sederhana tapi dalem. Makanannya enak-enak dan home made semua. Sayang waktu itu saya tidak bisa pol nikmatinnya karena perut masih susah diajak kompromi semenjak kejadi Tretes :(
Oh yah tentu saja Si ollie terlihat sangat memukau karena Anang
sampai pangling. Baru ingat satu masukan buat anang, harusnya saat itu dia potong rambut :(
Next...saya ingin membahas hantaran yang diberikan kepada Ollie. Bukannya apa-apa karena ini masalah budaya, kadang-kadang ada makna-makna di dalam cukup dalam. Tapi ini hanya versi saya sebagai orang yang baru pertama kali ikut dalam proses lamaran :)
Menurut saya, hantaran selain hadiah untuk calon mempelai wanita, didalamnya terdapat juga doa-doa dari pihak keluarga. Kenapa begitu? Karena dalam hantaran untuk Ollie saya melihat ada hadiah yang saya anggap menjadi doa demi kebahagian Ollie dan Anang. Sekali lagi ini hanya versi saya, jadi hanya item-item tertentu yang saya pilih :)
Pertama wajik. Dalam hantaran ini Ollie mendapat tiga piring besar wajik dengan berbagai macam warna. Seperti kata Ipeh (fotografer weedingnya ollie) disini diharapkan Ollie dan Anang akan leeeennngggkkkeeetttt terusss... AMMIIINN
Nah ini yang ini yang saya sebenarnya agak penasaran,ada keranjang yang isinya satu sisir pisang yang gede-gede, bunga duit,sirih dan melati.
Kemudian saya menginterpretasikan, ini lebih menggambarkan pihak lak-laki, dalam hal ini Anang, dapat memberikan nafkah lahir dan batin (pisang dan duit). Dan doanya semoga kedua mempelai dapat langgeng sampai kakek nenek dan dapat melewati kehidupan rumah tangga dalam hidup susah maupun senang (melati dan sirih)
Well...terlepas dari makna-makna tersebut yang saya kaitkan dengan hantaran :)
Itu lebih banyak doa saya kepada kedua calon mempelai. Semoga Ollie nantinya dapat menjadi seorang wanita, istri, ibu, dan partner yang baik bagi Anang. (kalau dikaitkan dengan hantaranmu bu, selalu menyediakan yang manis-manis :0 )
Dan untuk Anang bisa menjadi pria, suami, ayah, partner dan yang tidak kalah penting dapat menjadi Imam yang baik bagi keluarga.
I'm so happy for both of you. CONGRATULATION.
So...lets start to count :)
Is being a daughter, a sister and a friend. Other than that I guess I'm still learning. Like my role as a cousin, cause I rarely meet all my cousins in my childhood. Thankfully when we meet as an adult we already know how to behave, and have a wise relationship.
Beside that I also suck in role as a granddaughter, because I didn't have much memories with to my grandmother.
Yes, i know their face, their voice etc, but other that than I guess we still like strangers.
Thats why when my Grandmother from my father pass away, I don't know what to feel.I just stunned. But i know for sure, I feel sorry for my father, cause he can't saw hismother for the last time, because his health problem. (once again its just my role as a daughter.)
But I send them my pray, cause only that I can give for now.
And please when you meet my mother send her hugs and kisses from me :)
Rest in peace Opung, my prayers will always be with you.
So, life must go on.
Gambar diambil dari 123greeting.com
Sebenarnya pahit sih, mau cerita pengalaman di Tretes. Karena pahit yah jadinya agak tertunda-tunda nulisnya.
Jadi ke Tretes ini dalam rangka acara kantor saya yang mengadakan rapat Pleno disana. Karena memang dari awalnya sudah nggak jelas, dan 'PIMPINAN'nya juga nggak jelas ;p
Jadinya semuanya disana nggak jelas..... *sigh*
Pertama : Jadwal Keberangkatan.
Jadwal pertamanya kita semua berangkat pada tanggal 27Juli 2008, tapi karena kurangnya koordinasi lokal terpaksalah saya terpaksa masuk team yang berangkat tanggal 26 Juli 2008.
Kedua : Unfinished task !!!
Saya adalah penanggung jawab untuk website kantor, dan pada tanggal 28 Agustus softlaunch sebelum rapat dimulai :((
and you know what, sampai pada pukul 15.00 WIB tanggal 26 Juli 2008, developer yang mengerjakannya belum memberikan hasil karya yang MEMUASKAN ........huaaaaaaaaaaa
Ketiga : KOORDINASI YANG LEMOT
Ini nih yang bikin aku naik darah....panitia lokal yang harusnya mengkoordinasikan acara ini sama sekali GAGAL TOTAL. Seseorang yang harusnya menyandang status dosen Public Relation benar-benar membuat saya dan teman-teman yang lain bertanya 'kok yang bisa'. kokyahbisaseorangdosenyangharusnyamempunyaiteorikomunikasi
tidakbisamengkomunikasikankegiataninidengantemantemanyayanglainyang
membuatdiaharusmengerjakansegalasesuatunyasendiridanhasilnyasangatKACAU
Dan 'pimpinan' kita juga, yang harusnya bisa memimpin malah menca mencle nggak jelas. Membiarkan segala sesuatu tanpa garis perintah yang tegas dan jelas. Dia mengharapkan semuanya bekerja dengan sukarela dan 'sadar diri' untuk mengerjakan apa yang bisa dikerjakan. YAK..yah kita bingunglah...
Satu quote yang sangat saya pelajari disini
'SEMUA ORANG BISA JADI PEMIMPIN, TAPI TIDAK SEMUA ORANG PUNYA JIWA KEPEMIMPINAN'
Dan makin terkikislah simpati saya dengan pimpinan ini.
Secara saya orangnya sok repot, jadilah saya mengerjakan 'kerjaan' yang bisa saya kerjakan sangat TOTAL . *total2an begonya*
Karena terlalu memforsir diri secara berlebihan, jadilah lambung saya kena, dan dalam 2 hari terakhir di Tretes saya menghabiskan 2 strip Promag, karena disana nggak ada Enzyplex obat andalan saya.
*SIGH* yang pasti kalau mengingat acara kemaren aku menarik nafas panjang dan hanya bisa mengelus panjang. Karena saya tidak bisa melihat air terjun, tidak bisa menikmati makanan dan minuman yang disediakan hotel (karena saya nggak bisa makan sangking stressnya).
Tapi ada jugalah sedikit-sedikit yang bikin senyum sedikit. Royal Tretes View Hotel adalah hotel yang lumayan keren. Resepsionisnya berada di lantai tujuh, jadi kalau kita ke kamar bukannya naik tapi turun. Kamarnya nyaman, kru-krunya ramah-ramah dan sangat membantu termasuk General Managernya :).
Di Tretes kita juga merayakan ulang tahun *dengan segala keterbatasan tenaga dan fasilitas* salah satu teman kita, Mbak Ade. Lalu saya juga bertemu dengan teman-teman dari daerah-daerah lain yang mempunyai pemikiran-pemikiran yang briliant (walaupun di hari terakhir saya mengetahui ada orang-orang tertentu yang antara pemikiran dan tindakannya bisa sangat jauh berbeda. Teori dan Perbuatan memang kadang bisa nggak sejalan :) )
Kemudian jalan ke Tanggulangin yang harga barang disana membuat mata terbelalak dan melihat Tere kalap belanjanya dan sesampai di Jakarta masih kebayang tas yang tidak jadi dibeli.
Kita juga sempat mampir sebentar melihat kubangan LAPINDO, ya ampun benar-benar miris...baunya sangat menyengat, mantan penduduk disana juga masih bergerombol berusaha mencari biaya hidup dengan menjadi orang yang membantu 'turis' menyeberang, menjadi tukang ojek, pusat informasi, dan juga berjualan VCD mengenai tragedi LAPINDO ini. :(
Benar-benar miris, bagaimana melihat kontradiksi kehidupan antara orang yang menyebabkan ini dengan penduduk disana yang mencoba bertahan hidup. :(( mirriiiissss
Pelajaran lain yang penting bagi saya adalah sebelum bepergian harus mengetahui lebih jelas panas tidaknya tempat yang akan dituju. Karena saya tersugesti bahwa Jawa Timur itu panas buuuaaanngett, dan Tretes itu 'katanya' hanya beberapa jam dari Surabaya, saya menyimpulkan secara tidak langsung bahwa Tretes pasti panas. Pastinya perkiraan saya ini SALAH besar. Tapi karen saya memang Jacket Person, jadi saya membawa jaket yang sedikit membantu mengatasi rasa dingin. Dinginya enak kok yahhh... :D
So... I want to have another experience at Tretes ;)
Illustrasi : Kemaren lembur sampai malam, jam 08.30 baru keluar kantor, dan membatalkan acara nonton konser Chris Daughtry bareng Ollie dan Angel.
Salah satu nggak enaknya menjadi seorang single, jauh dari keluarga, kerja di kantor yang mempunyai karyawan sedikit dan hanya mempunya teman yang stocknya terbatas, kindda funny
.Kenapa begitu ???Karena ketika jam 08.30 kau keluar kantor, gelap sudah menyapa, jalanan ramai dengan
'laki-laki yang bisa menjadi tak waras sewaktu-waktu', tak ada teman kantor yang mengantarkan pulang, tak ada pacar yang akan mejemput dan sahabatmu sudah ada di tengah-tengah konser.Sepanjang perjalanan saya hanya bisa tersenyum-senyum sendiri. Ini adalah konsekuensi yang harus diterima karena memilih menjadi seorang
SINGLE.Kalau ada bapak dan adik laki-lakiku pasti aku udah teriak-teriak minta dijemput secara tuan putri manja banget yaakkk...
Tapi karena nggak ada yang bisa diteriakin, terpaksa harus kalem.
Pulang dengan langkah yang ringan menuju perempatan, naik angkot dengan kalem, mengawasi semua orang dengan mata 10, duduk dekat pintu keluar agar tetap waspada supaya bisa loncat sewaktu-waktu kalau ada gerakan-gerakan yang mencurigakan karena angkot yang ditumpangi hampir nggak ada orang :D
Tapi sesuatu yang baik menurut saya, karena kalau udah di posisi ini semua doa yang ada dikepala disebutin semua deh, jadi terus ingat sama Tuhan. Dan kalau sudah sampai sujud syukur ;)
Syukurlah sampai dengan selamat *sigh*, ya iyalah ...!! wong ini udah makanan seumur hidup....:D
So....Yesssss I'm still SINGLE.....
*soundtrack waktu menulis* :
*Gambar punya ollie*
Sudah beberapa bulan ini aku langanan untuk rute metro mini 62 jurusan Pasar Minggu-Manggarai lalu dilanjutkan dengan metro mini 49 jurusan Pulo Gadung-Manggarai. Banyak pengalaman yang berbeda setiap hari, seperti kalau sepi banget penumpangnya kita dengan seenak perutnya sopir dipindahin ke bis lain yang sebagian besar sudah terisi penumpang, sehingga kita yang tadinya duduk 'dipaksa' untuk berdiri. Kalau nggak mau, kita akan dimaki-maki ama dengan supir yang sebagian besar juga mulutnya nggak disekolahin sampai universitas.
Atau mungkin ada pengalaman yang lain, dimana kalo antara satu bis dengan bis yang lain saling berdekatan, mulailah mereka saling menyerempet-menyerempet, meraung-raungkan mesin knalpot dan sekali lagi juga saling menyebutkan semua isi kebun binatang yang sekali lagi menurut saya karena memang mulut mereka tidak disekolahin.
Lain supir/ kernet lain pula fenomena yang saya lihat menyangkut pengamen yang sekarang sudah makin banyak sekali macamnya. Dari yang bawa anak atau adiknya, pengamen dengan asesori anak PUNK, orang gila yang menjadi pengamen, atau pegamen yang jadi orang gila.
Untuk pengamen anak kecil, memang saya masih memilih-milih untuk memberikan upah dari nyanyiannya dengan menggunakan krecekan ataupun tangannya. Karena setiap kali memandang mereka aku akan 'memaki' orang tua mereka yang memberikan keadaan kepada mereka sehingga mereka harus berada disana. Sering kali ketika mereka mulai menyanyi aku akan memandang keluar jendela dan berusaha sedikit mungkin mengurangi makian saya di kepala. (kenapa memandang keluar jendela? karena sering kali saya kalo sendirian akan memilih duduk dekat jendela). Sejak saya membaca tentang banyak anak jalanan yang saat ini walaupun sudah berusaha ditarik tapi tetap kembali lagi ke jalanan, karena memang merasa 'penghasilan' yang mereka dapatkan cukup besar dari jalanan. Jadi kalau saya tidak salah ada kampanye 'Jangan berikan uang' yang diusung salah satu badan PBB membuat saya kebanyakan tidak memberikan upah kepada mereka. Tapi kalau rasa kasihan atau rasa kesal yang luar biasa sedang mengisi hati ini maka ujung-ujungnya upah saya berikan :(
Sedangkan kalo untuk pengamen yang sudah lumayan gede, saya lebih memilih untuk melihat lagunya dulu dan kemerduan suara mereka. Kalau untuk mereka saya berpikir bahwa paling tidak mereka tidak memaksa untuk meminta upah,tetapi juga mereka berusaha memberikan atraksi yang menarik dengan membawa drum, biola atau memberikan nada-nada alternatif seperti suara dua atau suara tiga :D
Tapi yang paling menyebalkan kalo orang gila jadi pengamen, atau pengamen yang ujung-ujungnya jadi orang gila. Kategorui ini saya masukkan untuk pengamen yang tidak jelas, mau nyanyikah tapi suara do re mi-nya nggak jelas. Mau main musikkah tapi petikan gitarnya gawur atau tepuk tangannya tak bertenaga. Mau belas kasihankah tapi mukanya menunjukkan kekesalan ketika menyanyi. Kenapa saya bilang GILA! karena selain cara minta duitnya dengan mencolek, mengeluarkan lidah, sampe bisa jadi mengeluarkan organ intimnya (karena sebagian besar pengamen adalah laki-laki, mengertikan maksud saya bagian yang mana!) *geleng-geleng*
Kalau yang menakutkan yah pengamen yang mabuk berasesori Punk :( (tidak semua tapi yah....!!)
karena kalo nggak dikasih upahnya mereka akan marah-marah dan nggak akan pergi kalo belum dikasih. Dan akan minta 1000 atau lebih.... Alasan mereka 'Bapak ibu sekaliankan beruntung bisa bekerja dan sekarang pulang, sedangkan kami tidak pak bu.....'
Nggak tahu apa yah mereka kalau untuk mendapatkan pekerjaan harus berapa ratus atau ribuan surat lamaran harus dikirimkan, berapa banyak interview yang harus dilakukan, belum lagi tes-tes yang beribet, belum lagi makian-makian bos, konflik dengan rekan sekerja dll.
Sama-sama orang bawah kok, kita yang pegawai ini masih naik metro mini karena belum bisa naik taxi, harus berhemat karena uang 100 perak aja berharga buat makan besok.
Semua orang punya masalahnya masing-masing, janganlah saling mengukur kesusahan
*sigh*
S0.....TO BE CONTINUED
Tanya sana sini... akhirnya dengan Ollie menyanggupi untuk ikut nonton WANTED di TIM pukul 17.35. (thanks yah udah nemenin)
Karena di kantor juga si Tere sedang suntuk alhasil jam 4.15 udah keluar kantor untuk menghirup udara yang lebih kotor daripada didalam kantor.
*nulis dengan deg-degan, secara untuk menulis review film yang enak harus berguru kepada bapak ini :)*
Kuuuuueerrrreeen habis nih film ..dan yang paling berkesan adalah pesan moral film (versi saya) terletak di akhir film yang menjadi judul posting kali ini.
Wesley Gibson menyimpulkan bahwa dia telah menjadi 'seseorang' karena dia sudah menjadi pengendali hidupnya bukan orang lain.
*deeezziiiggg* menohok lagi saudara-saudara kata-katanya !!!
Terlepas dari pesan moral yang sudah menohok ulu hatiku, perlu efek-efek yang di hadirkan di film ini juga bagus. Alur ceritanya yang dibuat maju mundur bisa sedikit membuat saya mengeryitkan dahi (tapi cuman diiikkiitt). Unsur komedi yang dibawakan dengan ringan melalui permohonan maaf Wesley yang berulang-ulang *sooorrryy* berhasil membuat saya tertawa ringan (juga). Dan pendapat saya tentang Angelina Jolie keren abis...!! She got the 'devil smile' (kayak tahu aja devil senyumnya gimana ;p), nggak heran emang Brad Pitt bisa kepincut .......
Satu lagi film yang ingin aku bahas (dikit) adalah Hancock. Secara efek, ini film juga keren, tapi aku kok yah kurang menikmati filmnya. Lelucon-lelucon didalamnya kok berasa hambar, dan hanya bisa membuatku tersenyum saja (bukan tertawa). Tetapi memang sepanjang menonton film ini ada rasa kurang nyaman khususnya dengan pikiran-pikiran saya, terlalu banyak suara-suara di kepala .. :) (apppaaa seeehhh)
Tapi sekali kalo nonton film harus ada yang dibawa pulang, saya merasa bahwa pemikirannya Hancock itu *GUE BANGET* disana ada quoate yang kalau boleh saya menerjemahkan secara bebas bilang ' lu tuh yah Hancock sebenarnya kesepianlah yang menyebabkan lu sepertinya tidak peduli tetapi dibalik ketidakpedulian lu, lu tuh orang yang sangat pedulian banget'
*deeezziiiggg* menohok lagi saudara-saudara kata-katanya !!! :D
Dan pesan moral (sekali lagi menurut versi saya) 'manusia itu hidupnya tidak ada hubungannya dengan takdir, tapi pilihan-pilihan yang dibuatnya' jadi hendaknya kalo menentukan pilihan hidup itu harus bijak dan komit. (kalo di terjemahkan dari quotenya Charlize Theron (kalo tidak salah di bagian nasehatin suaminya ketika mau ngorbitin Hancock)
Sooo... next movie !!!
Source gambar dari http://21cineplex.com
Baru selesai mengurus pelatihan jurnalistik yang disponsori oleh kantor (JKLPK) dan Harian Suara Pembaruan.
Banyak ilmu baru yang bisa dipelajari, diantaranya dapat bertemu langsung dengan
Sabar Subekti salah satu wartawan senior dari Suara Pembaruan.
Secara diriku suka curhat ndak jelas kepada semua orang :)
dengan pak Sabar juga ku curahkan semua unek-unekku mengenai hal yang menganjal
dengan tulis menulis, 'Kok saya susah yah pak menulis! karena saya lebih berekspri
dengan berbicara daripada menulis ?' --> nggak tahu ini
pernyataan atau pertanyaan.
Hal ini sudah lama menjadi salah satu issue yang cukup lama berkutat didalam kepala.
Tapi yah itu tadi hanya berkutat dikepala saja. Secara Ollie sudah banyak memberikan
dorongan untuk menulis untuk dijadikan buku tetapi kok yah ndak jadi-jadi.
Kemudian saya berujar kembali kepada pak Sabar 'menulis blog saja sussssaahnya minta ampun'
terlalu banyak gagasan di kepala tapi kecepatan tangan nggak memungkinkan untuk menulis.
Pak sabar kemudian memberikan jawaban 'memang sulit, karena kita ndak bisa mengontrol
apa yang ada di kepala kita' dan dia memberikan kata kunci kalo menulis jangan berhenti...!!! tulis, tulis, tulis dan tulis terus, nanti kemudian dibaca ulang lalu diperbaiki
dan ulangi terus proses tersebut..'
desssiiiggg.....:) nancep.....!!!
masalah tulisannya jelek, ndak masuk akal dll, biarin aja yang penting nulis terus..
so....write...!!!!
On Friday i Watched SEX and The CITY with my dear friend Theresia.
For me, it's a refreshing moment since lots of unsolved problems happened in my office..
So I LOOOOVEEEE this movie better than the series :D
It gave me more energy in finding my Mr.Big just for me ..:D
Anyway I like to take a message from all movies that I've watched.
The message that I like the most is that marriage is not about the party,
it's all about me and him. I agree with it. Because, when I find my Mr.Big someday and then we 'decide' to get married, I just want to have a private ceremony, me and him. And after that, a party with friends :) and it should be simple also..:D
I have watched many relationship methods, but I have found one for my self.
And I already have the theory. So I guess it is the time for me to get into the real action..
But if the 'big' thing is still far away, I'll just have some fun with my self and my friends (like Samantha did) ...!! :D
Soo..
WOULD YOU LIKE TO SPEND YEARS TO COME WITH ME ... ???