Illustrasi : Kemaren lembur sampai malam, jam 08.30 baru keluar kantor, dan membatalkan acara nonton konser Chris Daughtry bareng Ollie dan Angel.
Salah satu nggak enaknya menjadi seorang single, jauh dari keluarga, kerja di kantor yang mempunyai karyawan sedikit dan hanya mempunya teman yang stocknya terbatas, kindda funny
.Kenapa begitu ???Karena ketika jam 08.30 kau keluar kantor, gelap sudah menyapa, jalanan ramai dengan
'laki-laki yang bisa menjadi tak waras sewaktu-waktu', tak ada teman kantor yang mengantarkan pulang, tak ada pacar yang akan mejemput dan sahabatmu sudah ada di tengah-tengah konser.Sepanjang perjalanan saya hanya bisa tersenyum-senyum sendiri. Ini adalah konsekuensi yang harus diterima karena memilih menjadi seorang
SINGLE.Kalau ada bapak dan adik laki-lakiku pasti aku udah teriak-teriak minta dijemput secara tuan putri manja banget yaakkk...
Tapi karena nggak ada yang bisa diteriakin, terpaksa harus kalem.
Pulang dengan langkah yang ringan menuju perempatan, naik angkot dengan kalem, mengawasi semua orang dengan mata 10, duduk dekat pintu keluar agar tetap waspada supaya bisa loncat sewaktu-waktu kalau ada gerakan-gerakan yang mencurigakan karena angkot yang ditumpangi hampir nggak ada orang :D
Tapi sesuatu yang baik menurut saya, karena kalau udah di posisi ini semua doa yang ada dikepala disebutin semua deh, jadi terus ingat sama Tuhan. Dan kalau sudah sampai sujud syukur ;)
Syukurlah sampai dengan selamat *sigh*, ya iyalah ...!! wong ini udah makanan seumur hidup....:D
So....Yesssss I'm still SINGLE.....
*soundtrack waktu menulis* :
*Gambar punya ollie*
Sudah beberapa bulan ini aku langanan untuk rute metro mini 62 jurusan Pasar Minggu-Manggarai lalu dilanjutkan dengan metro mini 49 jurusan Pulo Gadung-Manggarai. Banyak pengalaman yang berbeda setiap hari, seperti kalau sepi banget penumpangnya kita dengan seenak perutnya sopir dipindahin ke bis lain yang sebagian besar sudah terisi penumpang, sehingga kita yang tadinya duduk 'dipaksa' untuk berdiri. Kalau nggak mau, kita akan dimaki-maki ama dengan supir yang sebagian besar juga mulutnya nggak disekolahin sampai universitas.
Atau mungkin ada pengalaman yang lain, dimana kalo antara satu bis dengan bis yang lain saling berdekatan, mulailah mereka saling menyerempet-menyerempet, meraung-raungkan mesin knalpot dan sekali lagi juga saling menyebutkan semua isi kebun binatang yang sekali lagi menurut saya karena memang mulut mereka tidak disekolahin.
Lain supir/ kernet lain pula fenomena yang saya lihat menyangkut pengamen yang sekarang sudah makin banyak sekali macamnya. Dari yang bawa anak atau adiknya, pengamen dengan asesori anak PUNK, orang gila yang menjadi pengamen, atau pegamen yang jadi orang gila.
Untuk pengamen anak kecil, memang saya masih memilih-milih untuk memberikan upah dari nyanyiannya dengan menggunakan krecekan ataupun tangannya. Karena setiap kali memandang mereka aku akan 'memaki' orang tua mereka yang memberikan keadaan kepada mereka sehingga mereka harus berada disana. Sering kali ketika mereka mulai menyanyi aku akan memandang keluar jendela dan berusaha sedikit mungkin mengurangi makian saya di kepala. (kenapa memandang keluar jendela? karena sering kali saya kalo sendirian akan memilih duduk dekat jendela). Sejak saya membaca tentang banyak anak jalanan yang saat ini walaupun sudah berusaha ditarik tapi tetap kembali lagi ke jalanan, karena memang merasa 'penghasilan' yang mereka dapatkan cukup besar dari jalanan. Jadi kalau saya tidak salah ada kampanye 'Jangan berikan uang' yang diusung salah satu badan PBB membuat saya kebanyakan tidak memberikan upah kepada mereka. Tapi kalau rasa kasihan atau rasa kesal yang luar biasa sedang mengisi hati ini maka ujung-ujungnya upah saya berikan :(
Sedangkan kalo untuk pengamen yang sudah lumayan gede, saya lebih memilih untuk melihat lagunya dulu dan kemerduan suara mereka. Kalau untuk mereka saya berpikir bahwa paling tidak mereka tidak memaksa untuk meminta upah,tetapi juga mereka berusaha memberikan atraksi yang menarik dengan membawa drum, biola atau memberikan nada-nada alternatif seperti suara dua atau suara tiga :D
Tapi yang paling menyebalkan kalo orang gila jadi pengamen, atau pengamen yang ujung-ujungnya jadi orang gila. Kategorui ini saya masukkan untuk pengamen yang tidak jelas, mau nyanyikah tapi suara do re mi-nya nggak jelas. Mau main musikkah tapi petikan gitarnya gawur atau tepuk tangannya tak bertenaga. Mau belas kasihankah tapi mukanya menunjukkan kekesalan ketika menyanyi. Kenapa saya bilang GILA! karena selain cara minta duitnya dengan mencolek, mengeluarkan lidah, sampe bisa jadi mengeluarkan organ intimnya (karena sebagian besar pengamen adalah laki-laki, mengertikan maksud saya bagian yang mana!) *geleng-geleng*
Kalau yang menakutkan yah pengamen yang mabuk berasesori Punk :( (tidak semua tapi yah....!!)
karena kalo nggak dikasih upahnya mereka akan marah-marah dan nggak akan pergi kalo belum dikasih. Dan akan minta 1000 atau lebih.... Alasan mereka 'Bapak ibu sekaliankan beruntung bisa bekerja dan sekarang pulang, sedangkan kami tidak pak bu.....'
Nggak tahu apa yah mereka kalau untuk mendapatkan pekerjaan harus berapa ratus atau ribuan surat lamaran harus dikirimkan, berapa banyak interview yang harus dilakukan, belum lagi tes-tes yang beribet, belum lagi makian-makian bos, konflik dengan rekan sekerja dll.
Sama-sama orang bawah kok, kita yang pegawai ini masih naik metro mini karena belum bisa naik taxi, harus berhemat karena uang 100 perak aja berharga buat makan besok.
Semua orang punya masalahnya masing-masing, janganlah saling mengukur kesusahan
*sigh*
S0.....TO BE CONTINUED
Tanya sana sini... akhirnya dengan Ollie menyanggupi untuk ikut nonton WANTED di TIM pukul 17.35. (thanks yah udah nemenin)
Karena di kantor juga si Tere sedang suntuk alhasil jam 4.15 udah keluar kantor untuk menghirup udara yang lebih kotor daripada didalam kantor.
*nulis dengan deg-degan, secara untuk menulis review film yang enak harus berguru kepada bapak ini :)*
Kuuuuueerrrreeen habis nih film ..dan yang paling berkesan adalah pesan moral film (versi saya) terletak di akhir film yang menjadi judul posting kali ini.
Wesley Gibson menyimpulkan bahwa dia telah menjadi 'seseorang' karena dia sudah menjadi pengendali hidupnya bukan orang lain.
*deeezziiiggg* menohok lagi saudara-saudara kata-katanya !!!
Terlepas dari pesan moral yang sudah menohok ulu hatiku, perlu efek-efek yang di hadirkan di film ini juga bagus. Alur ceritanya yang dibuat maju mundur bisa sedikit membuat saya mengeryitkan dahi (tapi cuman diiikkiitt). Unsur komedi yang dibawakan dengan ringan melalui permohonan maaf Wesley yang berulang-ulang *sooorrryy* berhasil membuat saya tertawa ringan (juga). Dan pendapat saya tentang Angelina Jolie keren abis...!! She got the 'devil smile' (kayak tahu aja devil senyumnya gimana ;p), nggak heran emang Brad Pitt bisa kepincut .......
Satu lagi film yang ingin aku bahas (dikit) adalah Hancock. Secara efek, ini film juga keren, tapi aku kok yah kurang menikmati filmnya. Lelucon-lelucon didalamnya kok berasa hambar, dan hanya bisa membuatku tersenyum saja (bukan tertawa). Tetapi memang sepanjang menonton film ini ada rasa kurang nyaman khususnya dengan pikiran-pikiran saya, terlalu banyak suara-suara di kepala .. :) (apppaaa seeehhh)
Tapi sekali kalo nonton film harus ada yang dibawa pulang, saya merasa bahwa pemikirannya Hancock itu *GUE BANGET* disana ada quoate yang kalau boleh saya menerjemahkan secara bebas bilang ' lu tuh yah Hancock sebenarnya kesepianlah yang menyebabkan lu sepertinya tidak peduli tetapi dibalik ketidakpedulian lu, lu tuh orang yang sangat pedulian banget'
*deeezziiiggg* menohok lagi saudara-saudara kata-katanya !!! :D
Dan pesan moral (sekali lagi menurut versi saya) 'manusia itu hidupnya tidak ada hubungannya dengan takdir, tapi pilihan-pilihan yang dibuatnya' jadi hendaknya kalo menentukan pilihan hidup itu harus bijak dan komit. (kalo di terjemahkan dari quotenya Charlize Theron (kalo tidak salah di bagian nasehatin suaminya ketika mau ngorbitin Hancock)
Sooo... next movie !!!
Source gambar dari http://21cineplex.com
Baru selesai mengurus pelatihan jurnalistik yang disponsori oleh kantor (JKLPK) dan Harian Suara Pembaruan.
Banyak ilmu baru yang bisa dipelajari, diantaranya dapat bertemu langsung dengan
Sabar Subekti salah satu wartawan senior dari Suara Pembaruan.
Secara diriku suka curhat ndak jelas kepada semua orang :)
dengan pak Sabar juga ku curahkan semua unek-unekku mengenai hal yang menganjal
dengan tulis menulis, 'Kok saya susah yah pak menulis! karena saya lebih berekspri
dengan berbicara daripada menulis ?' --> nggak tahu ini
pernyataan atau pertanyaan.
Hal ini sudah lama menjadi salah satu issue yang cukup lama berkutat didalam kepala.
Tapi yah itu tadi hanya berkutat dikepala saja. Secara Ollie sudah banyak memberikan
dorongan untuk menulis untuk dijadikan buku tetapi kok yah ndak jadi-jadi.
Kemudian saya berujar kembali kepada pak Sabar 'menulis blog saja sussssaahnya minta ampun'
terlalu banyak gagasan di kepala tapi kecepatan tangan nggak memungkinkan untuk menulis.
Pak sabar kemudian memberikan jawaban 'memang sulit, karena kita ndak bisa mengontrol
apa yang ada di kepala kita' dan dia memberikan kata kunci kalo menulis jangan berhenti...!!! tulis, tulis, tulis dan tulis terus, nanti kemudian dibaca ulang lalu diperbaiki
dan ulangi terus proses tersebut..'
desssiiiggg.....:) nancep.....!!!
masalah tulisannya jelek, ndak masuk akal dll, biarin aja yang penting nulis terus..
so....write...!!!!
On Friday i Watched SEX and The CITY with my dear friend Theresia.
For me, it's a refreshing moment since lots of unsolved problems happened in my office..
So I LOOOOVEEEE this movie better than the series :D
It gave me more energy in finding my Mr.Big just for me ..:D
Anyway I like to take a message from all movies that I've watched.
The message that I like the most is that marriage is not about the party,
it's all about me and him. I agree with it. Because, when I find my Mr.Big someday and then we 'decide' to get married, I just want to have a private ceremony, me and him. And after that, a party with friends :) and it should be simple also..:D
I have watched many relationship methods, but I have found one for my self.
And I already have the theory. So I guess it is the time for me to get into the real action..
But if the 'big' thing is still far away, I'll just have some fun with my self and my friends (like Samantha did) ...!! :D
Soo..
WOULD YOU LIKE TO SPEND YEARS TO COME WITH ME ... ???