"Bangga nggak jadi pesawat?" ujar pria berkacamata itu di tengah lapangan yang dipenuhi puluhan anak-anak yang sedang memperhatikannya dengan antusias.
Dik Doank. Itu nama pria berkacamata itu. Saya terkesima mendengar cara dia menyampaikan materi dalam pelajaran mengambar di sore teduh itu dengan ilustrasi toleransi umat beragama. Di tengah banyaknya berita mengenai serbuan Israel ke Palestina yang mungkin saja sudah mempunyai kesan tersendiri di benak anak-anak ini.
Kunjungan ke KJD ini lagi-lagi tidak terlepas dari Ollie. Ollie (salsabeela.com), Laras (larasatisilalahi.com), Chika (chikastuff.wordpress.com), Ndoro Kakung (ndorokakung,com) adalah influencer dari Samsung untuk program Samsung Hope (samsunghopeid.org). KJD merupakan salah satu nominator untuk penerima dana dari program Samsung Hope ini. Dan para influencer ini merupakan orang-orang terpilih yang diharapkan mampu memberikan gaung mengenai program Samsung Hope ini di dunia maya khususnya blog.
Rombongan diajak berkeliling melihat ruang kelas, mengikuti kelas menggambar, dan juga melihat performance anak-anak paduan suara dan musik. Semuanya luar biasa.
Dulu pada awalnya saya mengira KJD adalah sekolah yang ditujukan hanya kepada anak-anak yang kurang mampu. Namun ternyata KJD menurut saya adalah kegiatan extrakulikuler bagi siapa saja dan tidak dipungut biaya. Disini anak-anak dilatih untuk mengembangkan jiwa seni mereka. Mata pelajaran KJD antara lain adalah menari, sepak bola, musik, menyanyi, menggambar, multimedia.
Menurut penjelasan Dik Doang untuk masuk menjadi murid KJD tidak memerlukan tes intelekual seperti sekolah reguler lainnya. Tes masuk KJD tergantung dari 'mood' Dink Doang, misalnya hanya membawa hasil gambar dari anak-anak yang ingin mengikuti KJD. Sisi kreatifitaslah yang hendak digali di KJD.
Tenaga pengajar disini semuanya adalah volunter. Para volenteer ini adalah teman-teman yang mau meluangkan waktunya untuk membagi ilmunya tanpa dibayar, dan mereka-mereka ini juga menurut saya adalah orang-orang yang sangat luar biasa.
Namun kunjungan ini menjadikan saya sangat kagum kepada sosok seorang sosok Dik Doank. Dibalik kejenakaannya yang sering ditambilkan di televisi, ternyata seorang Dik Doank adalah seorang yang sangat serius dan dalem banget.
Dik Doank adalah seorang seniman yang sangat luar biasa kreatif. Mengapa saya mengatakan seniman?
Karena semua yang disentuhnya selalu dilakukan dengan seni. KJD yang mempunyai lahan luar biasa luas di desain dengan taste yang beda. Bisa dilihat antara lain SLINK (setengah lingkaran doank), museum seninya (camera forbidden), studio musiknya, dan juga ruang belajar KJD. Namun tidak hanya itu, semua karyanya mempunyai makna yang dalam. Misalnya sangkar-sangkar burung yang dipajang rapi di atas museumnya, ada filosofi tentang komitmen. Dimana sekarang ini banyak orang yang sangat takut berkomitmen karena akan merasa terkekang kebebasannya. Atau lukisan ibu dan anak-anak yang diletakan dengan kresekan cuci baju, kaskus. Lukisan ini terinspirasi dari banyak pemberitaan ibu-ibu yang bunuh diri bersama anak-anaknya.
Sangat luar biasa. Itu yang hanya bisa saya katakan berulang-ulang dari sosok seorang Dik Doank dengan Kandank Jurang Doanknya.
So...Salut to Dik Doank.