Kedua buku yang akan saya bahas ini merupakan dua buku yang sangat menghibur bagi wanita-wanita diatas 23 tahun, Kenapa begitu?
Teman saya Ollie adalah seorang penulis. Dan hingga saat ini dia sudah menulis 12 buku. Beberapa diantaranya saya mendapat kehormatan sebagai pembaca pertama dan juga ikut dalam proses pembuatannya. Dan kebetulan untuk novel yang akan saya bahas ini, saya terlibat dalam proses akhirnya saja. :)
After the Honeymoon adalah novel yang bercerita tentang kehidupan rumah tangga antara Bara dan Ata. Saya sangat menyukai novel terbaru Ollie ini dikarenakan masalah yang diangkat terasa sangat dekat, secara yang nulis baru penganten baru....
Yang sering mengikuti buku-buku Ollie akan melihat kedewasaan penulisannya.Penuturannya lebih terasa mengalir.
Saya sebagai pembaca setia karyanya puas dengan karya terbarunya ini dan sepertinya Ollie cocok di genre ini.
Divortiare karya Ika Natassa. Buku karya Ika ini sangat fun untuk dibaca.
Buku ini bercerita tentang Alexandra yang berusaha bangkit dari kegagalan rumah tangganya. Saya belum membaca karya Ika yang lain, tapi saya kemungkinan akan setuju dengan pendapat Ninit Yunita yang mengatakan
cara bertutur Ika yang bisa membuat orang jatuh cinta. Jalan ceritanya memang tidak biasa, bukunya juga tidak memberikan akhir cerita yang biasa. Saya berpendapat buku ini mungkin akan ada sequelnya. :)
Balik lagi ke pertanyaan awal. Kenapa buku ini saya bahas ?
Kedua buku ini menawarkan hal yang sama, domestic fiction. Masalah rumah tangga penganten baru.
Keduanya memberikan cara pandang yang berbeda namun memberikan solusi yang sama 'HARD WORK' atau 'KERJA KERAS'. Kalau tidak hati-hati pisah ranjang, pisah makan dan perceraian bisa dan sangat mungkin terjadi.
Yup, rumah tangga itu perlu kerja keras, sama saja dengan segala hal yang kita lakukan dalam hidup.
Cinta saja tidak cukup. Pesta menjadi ratu hanya sehari. Selebihnya penyelaman karakter pasangan menjadi sangat penting. Pernikahan berbeda dengan pacaran. Puas-puasin dulu deh pacarannya baru nikah, jangan seperti Alexandra.
Sebelum nikah clearkan dulu semua masalah khususnya peran istri atau suami dan perkenalkan sang calon dengan keluarga, janngan seperti Ata.
Untuk wanita-wanita single yang akan menikah kedua buku ini akan menjadi referensi yang bagus. Untuk memantapkan atau memundurkan hari pernikahan..... :D
Kalau untuk saya sendiri sih makin takut untuk berumah tangga. Untuk sekarang maunya pacaran aja dulu deh :D
Supaya nggak penasaran beli kedua bukunya segera di sini.
So...Think twice before get married!
Duh, udah lama mo bikin postingan baru selalu ada aja yang bikin malas :)
'lalu kenapa facrinya jadi Pastor?'
tanya seorang penonton remaja di toilet sehabis menonton film ini.
Saya tersenyum saja mendengar komentarnya. Memang perfilman Indonesia sudah mengeliat,
namun memang genrenya masih komedi dengan bumbu sex nggak jelas, Hantu-hantuan yang di versuskan, percintaan remaja yang nggak jelas.
Ketika saya menonton Pintu Terlarang, secara pribadi saya menganggap bahwa ceritanya
'berbeda'. Awalnya tentu saja saya kira ini adalah film horor namun saya rasa ini film ini
tidak bisa dikategorikan di bagian itu.
Kenapa saya mau menonton ini?
Karena saya melihat interview Joko Anwar dan beberapa pemainnya di Pagi Jakarta punya O channel.
Mengapa ini tolak ukur saya untuk menonton?
karena saya melihat Joko Anwar dengan kacamata yang berbeda dari sebelumnya.
Dulu saya menganggap bahwa dia sosok yang agak arogan dan tempramental, karena
pernah blogwalking dan sepertinya ada pernyataan JOko Anwar yang berapi-api karena
si empunya blog itu mengkritik salah satu filmnya.
Well sebenarnya aku nggak kenal Joko Anwar, tapi berkesimpulan dia orangnya galak.
Tapi karena melihat dia di Pagi Jakarta itu, aku memutuskan untuk menonton filmya.
Kemudian saya tanya Mr.Google tentang Joko Anwar,
dan saya baru tahu rupanya dia adalah sutradara dari Janji
Joni, yang kalau nggak salah salah satu film yang disukai Ollie. Dan saya ingat komentarnya
waktu itu 'filmnya beda'
Maklum dulu nonton belum menjadi suatu kebiasaan karena nggak ada budget. Jadinya nggak
pernah nonton Janji Joni atau Kala.
Back to the movie,
Saya bukan kritikus film, saya cuman penonton film yang tidak biasa.Dan ketika saya mereview film, saya hanya berpendapat dari pandangan saya. Ceritanya tidak biasa, itu pendapat saya ketika saya selesai menonton.
Saya sudah siap menyiapkan mental, karena sebenrnya saya tidak suka film horor. Dan rupanya saya salah besar :)
Komentar remaja putri yang saya dengar di toilet, membuat saya berpendapat, harus lebih banyak lagi film-film yang
seperti ini agar tahu kenapa si Facri menjadi Pastor di akhir film. Jadi film juga mencerdaskan kehidupan bangsa :D Saya bukannya sok pintar, tapi paling tidak saya dapat menjawab kenapa ada Pastor (paling tidak menurut versi saya).
Akting Facri yang paling keren memang saat melakukan pembunuhan. Dan banyak orang memang yang setuju dengan ini. Saya masih kurang sreg melihat Facri sebagai sosok yang 'patuh' dengan istri, kok kayaknya kurang pas.
Sedangkan Marsha keren aja memerankan wanita yang kuat dan sukses. Saya melihat dia tidak berakting, tapi menjadi diri sendiri. :)
Henidar Amroe teutep keren menjadi ibu-ibu tajir yang suka menindas.
Kalau soal Tio Pakusadewo nggak usah ditanya lagi....matanya itu loh :D
Aku belum menonton film-film Joko anwar yang lain, tapi ini membuat aku
kemungkinan besar akan menonton karya-karyanya berikutnya.
Tapi yang pasti ketika saya lihat lagi posternya, kok nggak nyambung dengan filmya yah :D
Dan ketika akhirnya mau posting, saya baru tahu bahwa film ini diangkat dari
buku. wah.. harus banyak-banyak browsing lagi nih ..!!
Lalu kenapa aku mendedikasikan tulisan ini untuk Joko Anwar?
Banyak alasannya,
Kali-kali aja nanti bisa kenalan ama Bang Joko.
Kali-kali aja bang Joko boleh saya ikutin seharian.
Kali-kali aja bang JOko perlu asistan secara saya lagi cari pekerjaan :)
kali-kali aja Bang Joko mau ngundang di film-film berikutnya.
dan masih banyak kali-kali yang lain....
So...maju terus perfilman Indonesia!!! Merdeka ....