5 posts tagged “random thought”
Akhirnya setelah terpending cukup lama, akhirnya bisa menulis tentang proses lamaran teman saya Ollie. Kenapa bisa terpending lama?
karena bingung mau nulis apa. Speachless..
Saya bahagia banget gitu loh. :)
Bukannya apa-apa. Ini ollie gitu loh, yang saya tahu banget yang selama saya berteman dengan dia, MENIKAH adalah impiannya sudah sejak laaaaaaammmmmaaaaaaaaa....... dan proses lamaran ini merupakan salah satu titik awal menuju satu yang sangat dinantikan.
Sehingga ketika ada line dari dia 'Allhamdullilah setelah tujuh tahun .....'
dan reaksi pertama saya 'WHATTTT??? udah tujuh tahun?? kemana aja gue?' xixixixixiixixixxi
Kembali lagi ke proses lamaran. Pestanya (kalau bisa dibilang pesta) sederhana saja. Hanya keluarga dekat yang hadir, dan saya merasa sangat terhormat sekali bisa menjadi bagian salah satu momen yang sangat dinantikan ini. Cause believe me, i also waiting for this moment for soooo loooonnggg ....(lamaran aja saya sudah begini, gimana perasaan saya pas ntar nikahnya yah :) )
Karena ini seperti proses perkenalan antar kedua keluarga besar,acaranya berlangsung dengan penuh keakraban dan kekeluargaan. Ada satu hal yang mungkin jadi masukan dan pelajaran buat yang lain, sebelum acara hendaknya tahu susunan acara. Karena si Ollie manyun ketika dipingit di kamar. Karena menurut susunan acara Ollie
boleh keluar setelah ada proses 'meminta' dari pihak Anang si calon pengantin pria. :)
Dan turn out menjadi salah satu proses yang sangat indah (mudah-mudahan Ollie masih ingat...yah iyalah...). Karena dalam proses ini Om Dawam, perwakilan dari pihak keluarga bertanya kepada Ollie dengan suara bergetar (aduuh saya lupa lagi kata-katanya *eel memukul kepala).
Tapi intinya ada kata-kata Om Dawam yang sangat kena sehingga Om dan Tante (mama papanya Ollie) berkaca -kaca.
Inti acara sepertinya disitu karena setelah itu acara udah lebih santai dan dilanjutkan dengan acara makan siang bersama. Singkat, padat, sederhana tapi dalem. Makanannya enak-enak dan home made semua. Sayang waktu itu saya tidak bisa pol nikmatinnya karena perut masih susah diajak kompromi semenjak kejadi Tretes :(
Oh yah tentu saja Si ollie terlihat sangat memukau karena Anang
sampai pangling. Baru ingat satu masukan buat anang, harusnya saat itu dia potong rambut :(
Next...saya ingin membahas hantaran yang diberikan kepada Ollie. Bukannya apa-apa karena ini masalah budaya, kadang-kadang ada makna-makna di dalam cukup dalam. Tapi ini hanya versi saya sebagai orang yang baru pertama kali ikut dalam proses lamaran :)
Menurut saya, hantaran selain hadiah untuk calon mempelai wanita, didalamnya terdapat juga doa-doa dari pihak keluarga. Kenapa begitu? Karena dalam hantaran untuk Ollie saya melihat ada hadiah yang saya anggap menjadi doa demi kebahagian Ollie dan Anang. Sekali lagi ini hanya versi saya, jadi hanya item-item tertentu yang saya pilih :)
Pertama wajik. Dalam hantaran ini Ollie mendapat tiga piring besar wajik dengan berbagai macam warna. Seperti kata Ipeh (fotografer weedingnya ollie) disini diharapkan Ollie dan Anang akan leeeennngggkkkeeetttt terusss... AMMIIINN
Nah ini yang ini yang saya sebenarnya agak penasaran,ada keranjang yang isinya satu sisir pisang yang gede-gede, bunga duit,sirih dan melati.
Kemudian saya menginterpretasikan, ini lebih menggambarkan pihak lak-laki, dalam hal ini Anang, dapat memberikan nafkah lahir dan batin (pisang dan duit). Dan doanya semoga kedua mempelai dapat langgeng sampai kakek nenek dan dapat melewati kehidupan rumah tangga dalam hidup susah maupun senang (melati dan sirih)
Well...terlepas dari makna-makna tersebut yang saya kaitkan dengan hantaran :)
Itu lebih banyak doa saya kepada kedua calon mempelai. Semoga Ollie nantinya dapat menjadi seorang wanita, istri, ibu, dan partner yang baik bagi Anang. (kalau dikaitkan dengan hantaranmu bu, selalu menyediakan yang manis-manis :0 )
Dan untuk Anang bisa menjadi pria, suami, ayah, partner dan yang tidak kalah penting dapat menjadi Imam yang baik bagi keluarga.
I'm so happy for both of you. CONGRATULATION.
So...lets start to count :)
Illustrasi : Kemaren lembur sampai malam, jam 08.30 baru keluar kantor, dan membatalkan acara nonton konser Chris Daughtry bareng Ollie dan Angel.
Salah satu nggak enaknya menjadi seorang single, jauh dari keluarga, kerja di kantor yang mempunyai karyawan sedikit dan hanya mempunya teman yang stocknya terbatas, kindda funny
.Kenapa begitu ???Karena ketika jam 08.30 kau keluar kantor, gelap sudah menyapa, jalanan ramai dengan
'laki-laki yang bisa menjadi tak waras sewaktu-waktu', tak ada teman kantor yang mengantarkan pulang, tak ada pacar yang akan mejemput dan sahabatmu sudah ada di tengah-tengah konser.Sepanjang perjalanan saya hanya bisa tersenyum-senyum sendiri. Ini adalah konsekuensi yang harus diterima karena memilih menjadi seorang
SINGLE.Kalau ada bapak dan adik laki-lakiku pasti aku udah teriak-teriak minta dijemput secara tuan putri manja banget yaakkk...
Tapi karena nggak ada yang bisa diteriakin, terpaksa harus kalem.
Pulang dengan langkah yang ringan menuju perempatan, naik angkot dengan kalem, mengawasi semua orang dengan mata 10, duduk dekat pintu keluar agar tetap waspada supaya bisa loncat sewaktu-waktu kalau ada gerakan-gerakan yang mencurigakan karena angkot yang ditumpangi hampir nggak ada orang :D
Tapi sesuatu yang baik menurut saya, karena kalau udah di posisi ini semua doa yang ada dikepala disebutin semua deh, jadi terus ingat sama Tuhan. Dan kalau sudah sampai sujud syukur ;)
Syukurlah sampai dengan selamat *sigh*, ya iyalah ...!! wong ini udah makanan seumur hidup....:D
So....Yesssss I'm still SINGLE.....
*soundtrack waktu menulis* :
*Gambar punya ollie*
Sudah beberapa bulan ini aku langanan untuk rute metro mini 62 jurusan Pasar Minggu-Manggarai lalu dilanjutkan dengan metro mini 49 jurusan Pulo Gadung-Manggarai. Banyak pengalaman yang berbeda setiap hari, seperti kalau sepi banget penumpangnya kita dengan seenak perutnya sopir dipindahin ke bis lain yang sebagian besar sudah terisi penumpang, sehingga kita yang tadinya duduk 'dipaksa' untuk berdiri. Kalau nggak mau, kita akan dimaki-maki ama dengan supir yang sebagian besar juga mulutnya nggak disekolahin sampai universitas.
Atau mungkin ada pengalaman yang lain, dimana kalo antara satu bis dengan bis yang lain saling berdekatan, mulailah mereka saling menyerempet-menyerempet, meraung-raungkan mesin knalpot dan sekali lagi juga saling menyebutkan semua isi kebun binatang yang sekali lagi menurut saya karena memang mulut mereka tidak disekolahin.
Lain supir/ kernet lain pula fenomena yang saya lihat menyangkut pengamen yang sekarang sudah makin banyak sekali macamnya. Dari yang bawa anak atau adiknya, pengamen dengan asesori anak PUNK, orang gila yang menjadi pengamen, atau pegamen yang jadi orang gila.
Untuk pengamen anak kecil, memang saya masih memilih-milih untuk memberikan upah dari nyanyiannya dengan menggunakan krecekan ataupun tangannya. Karena setiap kali memandang mereka aku akan 'memaki' orang tua mereka yang memberikan keadaan kepada mereka sehingga mereka harus berada disana. Sering kali ketika mereka mulai menyanyi aku akan memandang keluar jendela dan berusaha sedikit mungkin mengurangi makian saya di kepala. (kenapa memandang keluar jendela? karena sering kali saya kalo sendirian akan memilih duduk dekat jendela). Sejak saya membaca tentang banyak anak jalanan yang saat ini walaupun sudah berusaha ditarik tapi tetap kembali lagi ke jalanan, karena memang merasa 'penghasilan' yang mereka dapatkan cukup besar dari jalanan. Jadi kalau saya tidak salah ada kampanye 'Jangan berikan uang' yang diusung salah satu badan PBB membuat saya kebanyakan tidak memberikan upah kepada mereka. Tapi kalau rasa kasihan atau rasa kesal yang luar biasa sedang mengisi hati ini maka ujung-ujungnya upah saya berikan :(
Sedangkan kalo untuk pengamen yang sudah lumayan gede, saya lebih memilih untuk melihat lagunya dulu dan kemerduan suara mereka. Kalau untuk mereka saya berpikir bahwa paling tidak mereka tidak memaksa untuk meminta upah,tetapi juga mereka berusaha memberikan atraksi yang menarik dengan membawa drum, biola atau memberikan nada-nada alternatif seperti suara dua atau suara tiga :D
Tapi yang paling menyebalkan kalo orang gila jadi pengamen, atau pengamen yang ujung-ujungnya jadi orang gila. Kategorui ini saya masukkan untuk pengamen yang tidak jelas, mau nyanyikah tapi suara do re mi-nya nggak jelas. Mau main musikkah tapi petikan gitarnya gawur atau tepuk tangannya tak bertenaga. Mau belas kasihankah tapi mukanya menunjukkan kekesalan ketika menyanyi. Kenapa saya bilang GILA! karena selain cara minta duitnya dengan mencolek, mengeluarkan lidah, sampe bisa jadi mengeluarkan organ intimnya (karena sebagian besar pengamen adalah laki-laki, mengertikan maksud saya bagian yang mana!) *geleng-geleng*
Kalau yang menakutkan yah pengamen yang mabuk berasesori Punk :( (tidak semua tapi yah....!!)
karena kalo nggak dikasih upahnya mereka akan marah-marah dan nggak akan pergi kalo belum dikasih. Dan akan minta 1000 atau lebih.... Alasan mereka 'Bapak ibu sekaliankan beruntung bisa bekerja dan sekarang pulang, sedangkan kami tidak pak bu.....'
Nggak tahu apa yah mereka kalau untuk mendapatkan pekerjaan harus berapa ratus atau ribuan surat lamaran harus dikirimkan, berapa banyak interview yang harus dilakukan, belum lagi tes-tes yang beribet, belum lagi makian-makian bos, konflik dengan rekan sekerja dll.
Sama-sama orang bawah kok, kita yang pegawai ini masih naik metro mini karena belum bisa naik taxi, harus berhemat karena uang 100 perak aja berharga buat makan besok.
Semua orang punya masalahnya masing-masing, janganlah saling mengukur kesusahan
*sigh*
S0.....TO BE CONTINUED
Baru selesai mengurus pelatihan jurnalistik yang disponsori oleh kantor (JKLPK) dan Harian Suara Pembaruan.
Banyak ilmu baru yang bisa dipelajari, diantaranya dapat bertemu langsung dengan
Sabar Subekti salah satu wartawan senior dari Suara Pembaruan.
Secara diriku suka curhat ndak jelas kepada semua orang :)
dengan pak Sabar juga ku curahkan semua unek-unekku mengenai hal yang menganjal
dengan tulis menulis, 'Kok saya susah yah pak menulis! karena saya lebih berekspri
dengan berbicara daripada menulis ?' --> nggak tahu ini
pernyataan atau pertanyaan.
Hal ini sudah lama menjadi salah satu issue yang cukup lama berkutat didalam kepala.
Tapi yah itu tadi hanya berkutat dikepala saja. Secara Ollie sudah banyak memberikan
dorongan untuk menulis untuk dijadikan buku tetapi kok yah ndak jadi-jadi.
Kemudian saya berujar kembali kepada pak Sabar 'menulis blog saja sussssaahnya minta ampun'
terlalu banyak gagasan di kepala tapi kecepatan tangan nggak memungkinkan untuk menulis.
Pak sabar kemudian memberikan jawaban 'memang sulit, karena kita ndak bisa mengontrol
apa yang ada di kepala kita' dan dia memberikan kata kunci kalo menulis jangan berhenti...!!! tulis, tulis, tulis dan tulis terus, nanti kemudian dibaca ulang lalu diperbaiki
dan ulangi terus proses tersebut..'
desssiiiggg.....:) nancep.....!!!
masalah tulisannya jelek, ndak masuk akal dll, biarin aja yang penting nulis terus..
so....write...!!!!
In the last six months, I feel completely a different person. I'm not really into chit-chat anymore--that's one major change that I realize these days.
-Eel-